Sabtu, 22 April 2017

Sungai di Kamboja dengan 1.000 Lingga


UNITED4D - Sungai Kbal Spean di Siem Reap, Kamboja akan membuat traveler terpesona. Itu karena ada kurang lebih 1.000 buah lingga tersebar di sungai ini.
Baca Juga : 

Menghabiskan Long Weekend di Baturaden, Banyumas


Perjalanan darat dengan tuk-tuk ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam dari Kota Siem Reap dengan jarak sekitar 48 km. Phnom Kulen merupakan tempat tertinggi di Kota Siem Reap, sebuah kota yang penuh dengan sejarah. Di sepanjang jalan kita bisa melihat kehidupan masyarakat Kamboja yang membuat kerajinan tangan dan menjualnya kepada para turis seperti gula aren dan anyaman.

Udara di bulan Januari cukup bersahabat dan ini adalah waktu terbaik mengunjungi Kamboja karena udaranya yang sejuk. Setibanya di pintu masuk Phnom Kulen National Park, kita akan dibawa masuk ke dalam dengan pepohonan jati di kiri dan kanan jalan. Kemudian petugas akan mengecek tiket masuk yang sudah free dalam daftar kunjungan tiket Angkor Wat.

Beberapa warung makan berjejer di pintu parkir taman nasional dan kami segera bergegas memasuki kawasan taman nasional tersebut dengan jalan setapak tanah merah. Benar-benar masih alami dan hanya ada beberapa petunjuk jalan, jaraknya sekitar 1.500 meter. Wow!

Ketika memasuki jarak 300 meter sudah terlihat jalur trekking yang menanjak dan penuh dengan batu-batu besar, sungguh sangat menantang sekali. Beberapa wisatawan asing yang sudah berumur pun masih sanggup naik ke atas. Dibutuhkan waktu beberapa kali kami harus istirahat.

Sangat disarankan untuk tidak melakukan trekking ketika hujan, karena akan sangat licin sekali dan jauh dari rumah sakit apabila terjadi kecelakaan. Pakailah sepatu atau sandal yang nyaman dan bagus untuk jalur trekking yang terjal.

Beberapa anak tangga kami naiki ketika harus mendaki 45 derajat. Tidak aneh apabila lokasi wisata ini jarang didatangi oleh wisatawan rombongan, karena lokasi dan medannya yang menantang.

Ketika memasuki 1.000 meter, kami beristirahat di beberapa batu besar mirip cendawan. Beberapa orang menaruh sesaji di bawah batu tersebut. Di abad 12, Raja Jayawarman II menahbiskan dirinya sebagai raja diraja di puncak bukit ini. Dari sinilah batu-batu candi Angkor Wat dipotong dan dipahat, serta dibawa ke kota sejauh 48 km melewati rawa-rawa dan sungai.

Tidak aneh apabila beberapa tebing batu bukit ini tampak seperti dipotong oleh gergaji besar karena dulunya bukit batu ini begitu luas. Tetapi karena ada perintah dari para raja untuk membangun kuil, candi dan rumah yang sampai saat ini dikenal sebagai kawasan Angkor Wat, maka bukit dan batu besar dihabiskan.

Yang masih belum terpikirkan bagaimana mereka memotong batu dan mengangkat batu sebesar itu. Sungguh pekerjaan yang menakjubkan! Lambat laun kami mendengar suara sungai, baju kami sudah basah kuyup karena keringat ketika perjalanan menanjak dan terjal. Akhirnya tibalah kami di Sungai 1.000 lingga - Kbal Spean.

Jadi sebuah sungai kecil yang asri dan berhawa sejuk menjadikan tempat tetirah para raja dan pendita untuk bersemadi. Sehingga dibuatlah ratusan lingga dan yoni di dasar sungai yang terbuat dari batu alam.

Para pemahat ulung dijamannya menggambarkan yoni dan lingga sebagai lambang kesuburan dan pujian syukur kepada Dewa Wisnu. Sangat cantik sekali dan banyak spot menarik yang bagus untuk kalian nikmati.

Terbayar sudah jalur trekking menanjak 1.500 meter dan saya sarankan agar kalian membawa makanan serta minuman agar terhindar dari rasa haus dan lapar. Cuma ada satu orang pedagang minuman di puncak bukit dengan harga yang cukup mahal dalam USD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar